yuk mulai bisnis

Memulai Bisnis Yg Memberi Hasil 24 Jam Nonstop

Mufli

Rekans, salam kenal saya Mufli. Nanti kita kenalan lebih jauh lewat Newsletter yang akan saya berikan untuk Anda. Gratis tentunya.

Jika kita merintis bisnis kita sendiri mulai hari ini maka esok hari nanti -semoga tidak terlalu lama lagi- kita akan berkemungkinan untuk menikmati hal-hal yang baik di masa depan nanti, mulai dari lebih baik secara finansial (berpenghasilan yang lebih memadai), menjadi lebih mudah untuk melakukan perjalanan ibadah bersama keluarga dan orang tua, mungkin menjadi lebih mudah mewujudkan rencana beli rumah serta kendaraan untuk keluarga, tak tertutup kemungkinan juga sampai ke tahap kaya raya dan dapat membantu lebih banyak orang dalam berbagai bidang.

Dengan keberhasilan yang disikapi secara bijak (tidak sombong, tidak pelit, tidak rakus, dsb) maka saya yakin pula kekayaan dari hasil bisnis dapat memudahkan kita mencapai tujuan akhir nantinya (masuk surga, semoga). Apakah saya berlebihan? :)

Bukan berarti orang yang tidak berbisnis sendiri tertutup kemungkinannya untuk hal tersebut diatas ya. Namun demikian bagi orang-orang bijak yang kaya raya maka hal tersebut rasanya lebih mungkin, karena bagaimanapun juga yang namanya kemampuan keuangan itu terbukti sangat banyak memberikan kemudahan, walaupun memang uang saja belum tentu akan dapat menyelesaikan segala persoalan.

Penghasilan Yang Mudah Dihitung

Ketika saya masih bekerja sebagai karyawan dulu, saya pernah mengatakan bahwa untuk urusan membeli rumah bagi keluarga saya adalah sesuatu hal yang tidak mustahil, karena memang dapat dihitung, tetapi tercapainya lamaaaa sekali..., hehe.. Saya menghitung gaji saya dan berapa yang dapat saya sisihkan untuk menabung guna beli rumah.

Ternyata hitung-hitungannya mudah sekali, yang dapat disisihkan untuk sekedar uang muka rumah masih ada, tetapi perlu dikalikan sekian bulan atau sekian tahun, artinya masih lama sekali, sudah begitu tua baru cukup :) Itu yang saya maksud dengan penghasilan yang mudah dihitung, karena bulan demi bulan sudah hampir pasti segitu besarnya (ini pengalaman pribadi).

Karena rasanya akan terlalu lama maka saya pernah katakan pada kakak ipar saya bahwa bagi saya "seperti tidak akan mungkin" beli rumah sendiri jika seperti ini terus. Saat itulah kakak ipar saya marah-marah ("marah baik") pada saya, dia mengatakan bahwa untuk mempunyai penghasilan besar termasuk diantaranya untuk beli rumah, beli mobil, umroh, membantu orang tua, menyekolahkan anak di sekolah terbaik, jalan-jalan ke luar negeri setahun sekali, dsb kita perlu "mengandalkan keajaiban". Kalau hitungan gaji, mudah kok menghitungnya, hanya saja biasanya lamaaa banget, apalagi kalau saat ini memang gaji kita sedang pas-pasan. Kecuali kalau gaji Anda memang besar sekali ya, maka tidak akan perlu terlalu sabar menunggu, hehe..

Bisnis, Penghasilannya Susah Dihitung

Kemudian sejak hari itu saya sering berpikir bagaimana menciptakan sumber penghasilan yang dapat memberikan keajaiban tersebut, artinya ngga bisa dihitung seperti gaji. Saya memperhatikan dan bertanya pada beberapa teman saya yang mempunyai bisnis sendiri. Kata mereka, hasil dari bisnis mereka ngga pasti, kadang agak kecil (baca besar), kadang besar sekali, kadang besar banget, adakalanya juga rugi.

mulai bisnis

Jadi, kalau ditanya kapan bisa beli rumah dari bisnis mereka? Ngga bisa itung mereka. Kalau lagi bagus, bisa saja bulan depan dapat untuk beli rumah. Teman-teman saya yang pelaku bisnis keliatannya bisa lebih cepat merealisasikan rencana mereka untuk beli tempat tinggal, atau beli kendaraan, umroh, membantu orang tua, dan sebagainya. Yang bangkrut karena bisnisnya gagal, lalu merasakan langit runtuh menimpa juga ada :) Bisnis memang ada resikonya.

Berkhayal Punya Bisnis Yang Menghasilkan 24 Jam

Andaikan ya, punya jaringan toko yang menjual berbagai produk, di banyak pojok kota, di banyak kota besar di Indonesia. Kemudian toko tersebut melayani pembeli mulai hari senen sampai minggu, bahkan ada yang buka 24 jam. Anggap saja semuanya sudah berjalan, kasir oke, satpam jaga ada, bagian pembelian bekerja dengan baik, staff pembukuan juga begitu, pokoknya berjalan dengan sendirinya tanpa saya harus selalu ada disana lagi deh.

Ternyata (ini hayalan lagi) ditotal-total penghasilan kotor 5 Milyar satu bulan, biaya ini dan itu pajak dan sebagainya 2 Milyar. Hitungan ini mungkin salah, namanya saja hayalan, hehe.. Ternyata bisnis tersebut memberikan untung bersih 3 Milyar, walaupun saya ngga harus ikut-ikut nongkrongin toko, karena bisnis tersebut sudah dapat berjalan dengan sendirinya, bisnis tersebut memberikan penghasilan otomatis sepanjang hari (24 jam).

Kemudian waktu pun berlalu, begitu banyak hal yang saya alami, ngumpulin gaji untuk modal ternyata kurang mencukupi, pekerjaan di kantor digantikan oleh pihak outsourcing, usia pun semakin bertambah, cari proyek sambilan di hari sabtu bahkan minggu untuk tambahan penghasilan, berusaha menyisihkan uang THR untuk uang muka rumah selama beberapa tahun, dan sebagainya. Oh ya, termasuk juga ikut seminar ini dan itu sampai mabok seminar. Tak ketinggalan pula mengikuti suatu jenis bisnis yang katanya modal kecil tetapi menurut saya "aneh" dan "ngga meyakinkan" pada awalnya...

Keajaiban "Rajin"

Bersyukur sekali ketika mudik, bapak saya menasehatkan kata ini: "RAJIN". Kemudian saya memang menjadi lebih rajin, termasuk masih rajin berhayal tadi, hehe.. Rajin juga belajar dari buku seputar bisnis, beberapa hal yang sekiranya dapat dilakukan pun dengan rajin kulaksanakan, rajin bertanya pada teman, lebih rajin pula berdoa, rajin mencoba hal-hal baru. Rajin pangkal pandai :) Pokoknya jadi jauh lebih rajin dari sebelumnya. Sering juga tidur lebih larut dan bangun lebih pagi.

Singkat cerita...

Satu Per Sekian Hayalan Jadi Kenyataan

Tidak percuma juga saya menghayal dulu itu :) Ternyata Alhamdulillah... satu per sekian dari hayalan itu kemudian menjadi kenyataan :) Belum segitu besar sih. Kalau untuk hidup lumayan cukup satu keluarga dengan 1 istri dan 3 anak sudah sipp lah untuk ukuran saya, menabung dan berinvestasi juga masih pas, termasuk juga tabungan untuk perjalanan ibadah, membantu orang tua jadi mudah, kendaraan juga ada 2 biji, bahkan yang satunya agak mewah (Mercy C200), tempat berteduh yang sederhana juga ada 3 :)

Dan, bisnis saya berjalan mulai pagi, siang, sore, sampai malam, hingga pagi lagi.. Walaupun saya tidak lagi harus selalu ikut campur, sudah bisa berjalan dengan sendirinya. Sebelumnya tentu harus dibangun dengan benar. Cara membangunnya akan saya ceritakan pada Anda.

Aduhh saya kok rasanya jadi pamer nih.. Ngga jadi saya pajang gambarnya deh (takut berlebihan).

Maksud saya bukan untuk pamer ya (maaf kalau terkesan begitu), tetapi untuk memberi semangat saja, sekaligus untuk mengingat dan bersyukur bahwa semua itu dulunya seperti tak mungkin menjadi kenyataan sebelum saya mulai berbisnis (mengandalkan keajaiban rajin). Saya juga mengerti, semua itu hanyalah titipan yang dapat diambilNya setiap waktu dalam sekejap mata.

Apa Yang saya "Lakukan" ?

Memang cukup banyak :) Saya bukan menerapkan jurus "tunggu" atau duduk diam dapat hasil, bisnis yang saya geluti juga bukan yang tampak begitu mudah dan tidak mengisyaratkan kerja keras. Berikut ini beberapa diantaranya:

  1. Rajin berdoa tentu saja, karena keberuntungan adalah dariNya.
  2. Pasrah sebelum berjuang, maksud saya "Ada atau tidak hasilnya sudah saya pasrahkan pada Sang Pemberi Rejeki, saya hanya perlu berupaya dengan sebaik-baiknya". Jadi, bukan berarti menyerah sebelum mengerjakan sesuatu dengan optimal.
  3. Memperbesar Modal (tetapi bukan modal uang saja, ada modal gratis lainnya).
  4. Memilih bisnis yang bagus dan ada potensi menghasilkan nonstop.
  5. Rajin belajar dan bertanya dari pebisnis yang sukses, Jawabannya dipraktekkan (yang bisa).
  6. Rajin membuat website, blog, dsb mulainya dari yang gratisan juga dulunya.
  7. Rajin promosi, mulai dari cara-cara yang gratis juga, kemudian beranjak ke yang berbayar.
  8. Mengeluarkan kembali hasilnya 40 persen (untuk zakat, promosi dan pengembangan).
  9. Berani memulai dan menindaklanjutinya sampai berhasil, sebelum mulai "Pasrah" dulu.
  10. Tidak menjadi Kutu Loncat. Karena walaupun locat kesana kemari tetap saja kutu. Mending jadi gajah duduk, walaupun diam saja tetap Gajah namanya, hehe...

    Ada beberapa lagi... Dan semua itu dapat Anda lakukan juga bukan?

    Detailnya bagaimana?
    Nanti saya EMAILKAN ke ANDA ya. Jangan lupa berlangganan Newsletter saya :)

panah bawah
Jika Anda tidak melihat Form diatas tulisan ini,
Anda perlu aktifkan opsi JavaScript di komputer Anda


Silahkan langganan Newsletter lewat Form di atas (Masukkan Nama dan Email Anda)